Rabu, 17 Desember 2008

Mengukur Tinggi Badan


Berat badan pria/wanita tercermin dari keseimbangan antara pemasukan dang pengeluaran energi yang kita dapatkan dari makanan sehari-hari. Berat badan akan stabil bila jumlah kalori yang diterima tubuh seseorang sebanding dengan jumlah kalori yang dipergunakan. Begitu juga sebaliknya, berat badan akan berkurang bila kalori yang dikeluarkan lebih banyak dari kalori yang diterima. Tabel di bawah ini adalah standar dari berat dan tinggi badan rata-rata orang sehat. Anda dapat mengontrol perkembangan fisik anak-anak sejak lahir sampai usia 18 tahun.

Umur

Tinggi Badan

Berat Badan

Pria

Wanita

Pria

Wanita

1 bulan

3 bulan

6 bulan

9 bulan

1 tahun

2 tahun

3 tahun

4 tahun

5 tahun

6 tahun

7 tahun

8 tahun

9 tahun

10 tahun

11 tahun

12 tahun

13 tahun

14 tahun

15 tahun

16 tahun

17 tahun

18 tahun

55 cm

61 cm

68 cm

72 cm

76 cm

87 cm

96,5 cm

102 cm

109 cm

116 cm

121 cm

126 cm

132 cm

137 cm

143 cm

149 cm

156 cm

162 cm

168 cm

173 cm

176,2 cm

176,7 cm

53 cm

59 cm

65 cm

70 cm

74 cm

86 cm

95 cm

101 cm

108 cm

114 cm

120 cm

126 cm

132 cm

138 cm

145 cm

151 cm

156 cm

160 cm

161 cm

162,3 cm

162,5 cm

163,5 cm

4,5 kg

5,9 kg

7,8 kg

9,1 kg

10 kg

12,6 kg

14,6 kg

16,6 kg

18,5 kg

20,5 kg

22,8 kg

25,2 kg

28,1 kg

31,4 kg

35,6 kg

40 kg

45,2 kg

50,4 kg

56,6 kg

62,4 kg

66,6 kg

69 kg

4 kg

5,3 kg

7,2 kg

8,5 kg

9,5 kg

11,9 kg

13,9 kg

15,6 kg

17,5 kg

19,5 kg

21,9 kg

24,7 kg

28,1 kg

32,3 kg

37,1 kg

41,1 kg

46,2 kg

50,4 kg

53,7 kg

55,7 kg

56,6 kg

56,7 kg


Sumber: Buku Cerdas
Penulis: Edi Sigar

Berat Badan Ideal


Untuk mengukur gemuk atau kurus badan tidak cukup berdasarkan rumus:

Berat Badan Ideal = (tinggi - 100) – 10% dari (tinggi – berat badan).

Cara ini tidak menunjukkan kegemukan atau kurus, kecuali bagi yang memang terlalu kurus. Berat badan yang ideal adalah jika lemak dalam tubuh seseorang: 15 – 30% dari berat badannya. Kalau jumlah lemak kurang dari 15% tergolong kurus, sedangkan kalau lebih dari 30% tergolong gemuk. Ukuran ini dipakai untuk laki-laki, sedang untuk wanita karena mempunyai bagian-bagian lemak seperti buah dada, pinggul dan lain-lain maka ukuran kegemukan pada wanita ditambah menjadi 35%.

Mengukur Tulang


Mula-mula ukur tinggi badan dalam cm, kemudian lingkaran bahu. Setelah hasil tadi dijumlahkan, hasilnya adalah “X” cm.

Type A: Kalau X di bawah 245 cm, berarti tulang kita termasuk jenis “Kecil”.

Type B: Kalau X antara 245 cm sampai dengan 265 cm, berarti tulang kita termasuk “Sedang”.

Type C: Kalau X di atas 265 cm berarti tulang kita termasuk “Besar”.

Kalau tulang kita termasuk type A dan berat badan hanya kurag sedikit, masih dapat dianggap belum kekurangan.

Kalau tulang kita termasuk type B dan berat badan sekitar berat badan ideal, badan kita dapat dikatakan ideal.

Kalau tulang kita termasuk type C dan berat badan kita lebih berat sedikit dibanding berat badan ideal, maka kita belum kegemukan.

Mengukur Kadar Lemak Tubuh


Kedua pengukuran di atas akan lebih sempurna kalau ditambah dengan pengukuran kadar lemak dalam tubuh sebagai berikut:

B.B./Kg

X

L.P./Cm

Y

40

42

44

46

48

50

52

54

56

58

60

62

64

66

68

70

72

74

76

78

80

82

84

86

88

90

10,1

10,4

10,8

11,1

11,4

11,8

12,1

12,5

12,8

13,1

13,8

14,1

14,5

14,8

15,1

15,5

15,8

16,2

16,5

16,8

17,2

17,5

17,8

18,2

18,5

18,8

49,5

51

52,5

54

55,5

57

58,5

60

61,5

63

64,5

66

67,5

69

70,5

72

73,5

75

76,5

78

79,5

81

82,5

84

85,5

87

16,3

16,7

16,9

17,1

17,5

18,3

18,7

19,1

19,8

20,2

20,6

21

21,4

21,4

21,8

22,2

22,6

23

23,4

23,8

24,2

24,6

25

25,4

25,4

26,2

Penyakit Gawat


PENYAKIT JANTUNG

Penderita penyakit jantung acap kali mengalami serangan yang menyebabkan kedaruratan medik paling dramatik. Penderita yang biasanya tampak sehat tiba-tiba jatuh, lalu aliran darah dan napasnya mendadak terhenti, HJN (Heni Jantung Napas/Cardiac Arrest). Sekejap kemudian meninggal akibat jantungnya tidak berfungsi sama sekali (Mati Jantung Mendadak/Sudden Cardiac Death).

Akibat jantungnya tidak berfungsi, tidak ada darah yang mengalir ke otak. Beberapa detik kemudian korban kehilangan kesadaran, kemudian jatuh kejang, napas satu-satu, mati klinik, mati biologik atau organik. Mati klinik masih mungkin ditolong dalam waktu 4-6 menit, mati biologik/organik tidak bisa diharapkan lagi. Yang lebih terancam mati mendadak lantaran serangan jantung ialah pengidap jantung koroner (pembuluh nadi tajuk jantung). Tapi yang lainnya juga benar-benar mengkhawatirkan. Karena kadang-kadang tanpa gejala-gejala sebelumnya. Kalau pun ada, biasanya baru muncul kurang dari 1 jam menjelang kejadian, sehingga sering tidak keburu membawanya ke rumah sakit.

Gejala Serangan Jantung

- Dada sesak dan nyeri (seperti ditusuk-ditusuk) sekitar 2 menit yang bisa timbul tenggelam dan dapat menjalar ke bahu, leher atau lengan. – Keluar keringat sangat berlebihan, mual, napas pendek-pendek dan lemas.

Pertolongan Pada Serangan Jantung:

- Usahakan agar korban beristirahat dengan tenang, jangan banyak bergerak, posisi yang paling enak tidur atau duduk untuk dapat bernapas dengan mudah. Karena serangan jantung disebabkan oleh sedikitnya oksigen yang sampai di otot jantung.

- Berikan tablet Nitrogliserin, letakkan di bawah lidah. Salep Nitrogliserin dapat diusapkan di dada. Gunanya untuk menurunkan tekanan darah. Selambat-lambatnya 10 menit setelah istirahat dan menghabiskan 3 tablet Nitrogliserin. Jika masih merasa nyeri lebih dari 2 menit, harus segera minta bantuan medik gawat darurat atau membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Penolong setiap saat harus siap melakukan RJP (Resusitasi Jantung-Paru/Bantuan Pernapasan), bila tiba HJN (Henti Jantung Napas) tanda pertama dan satu-satunya menjelang mati biologi/organik.

Unit Gawat Darurat mudah dihubungi dengan memutar nomor telepon 118 (sama di seluruh Indonesia). Petugas siap memberikan pertolonga mulai dari RJP di tempat sampai keadaan korban cukup aman untuk dipindahkan dengan ambulans ke rumah sakit.

A I D S (The Acquired Immune Deficiency Syndrome)

AIDS atau Sindrom Kekebalan Dapatan adalah penyakit akibat serangan virus LAV (Lymphadenopathy Associated Virus) atau HTLV III (Human T Limphotropic Virus III) terhadap ‘pasukan’ Limfosit (sel-sel darah putih, pembentuk dan pemelihara kekebalan) setelah tubuh manusia terkena infeksi suatu kuman. Akibatnya sungguh tragis. Orang bisa mati pelan-pelan, sambil teru-menerus digerogoti 1001 macam penyakit lainnya.

Penularan AIDS di negara-negara penganut pergaulan bebas umumnya lewat kontak seksual (homoseksual dan heteroseksual), pemakaian jarum suntik bersama-sama dalam menggunakan morfin atau obat bius lainnya, atau bahkan lewat transfusi darah tidak diperiksa lebih dahulu apakah mengidap virus AIDS atau tidak.

Penyakit ini belum ada obat penangkalnya. AZT yang ditemukan beberapa waktu lalu untuk menghentikan reproduksi virusnya saja, bukan sekaligus memberantasnya sama sekali. Di samping itu pemakaiannyatdak cukup hanya sekali saja, tapi harus berulang-ulang hingga tiap penderita meghabiskan biaya besar. Kewaspadaan terhadap penyakit ini terus ditingkatkan. Misalnya melalui pemeriksaan donor darah. Pemeriksaan yang akan datang akan dilanjutkan kepada kelompok yang lebih terancam menderita AIDS, yaitu kalangan wanita tuna susila (WTS), kaum homoseks dan pecandu narkotika. Dijelaskan bahwa meskipun sangat berbahaya, AIDS tidak perlu didramatisir. Contoh, seorang pembawa zat anit LAV, bisa dianggap pembawa virus LAV. Tapi pembawa virus LAV mungkin tidak terserang AIDS. AIDS tidak menular lewat pernapasan atau air mata. Dan penderita AIDS tidak berbahaya utnuk bergaul dengan orang lain.

KANKER

Tujuh Gejala Kanker Tingkat Dini.

- Terjadi perubahan kebiasaan buang air kecil.

- Luka yang tidak kunjung sembuh.

- Pendarahan.

- Tumbuh benjolan atau penebalan di bagian tubuh.

- Sulit menelan makanan.

- Tahi lalat kian membesar.

- Batuk tidak kunjung sembuh dan parau.

Penyebab Kanker:

Rokok: Menurut penelitian, rokok jadi penyebab kanker paru-paru.

Gizi: Makanan harus mengandung gizi dan digunakan secepatnya, sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk. Kanker anus, dada dan kandung telur, umumnya meyerang orang gemuk. Diet rendah kalori dan rendah lemak serta makanan berserat tinggi, mencegah kanker aus. Adapun makanan kaya vitamin A dan C, mencegah kanker pangkal tenggorokan, kerongkongan dan paru-paru.

Sinar Matahari: Sinar matahari mengandung sejumlah sinar yang membahayakan, jika terlalu banyak menerpa kulit. Kanker kulit banyak terdapat di daerah tropis. Gunakan pelindung, baik sejenis krim maupun topi atau payung kala terik matahari.

Alkohol: Peminum “berat” alkohol beresiko tinggi terkena kanker pangkal tenggorokan, kerongkongan dan hati.

Estrogen: Estrogen adalah zat yang menunjukkan kesuburan seorang wanita dewasa. Kanker estrogen menyulitkan wanita dalam mengontrol masa haid dan masa menopause. Penggunaan estrogen buatan hanya dapat dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Radiasi: Dalam kasus tertentu, radiasi (penyinaran) digunakan sebagai penawar kanker dan menemukan kelainan fungsi tubuh. Namun jika seseorang memperoleh radiasi terlalu banyak, bisa menyebabkan kanker kulit berbahaya.

Limbah Industri: Unsur-unsur nikel, kromat, asbes, vinil klorida dan sebagainya bercampur dengan asap rokok dalam wilayah industri, bisa membahayakan paru-paru.

Uji Pembuangan: Adakalanya seorang penderita kanker tak menemui gejala apapun selagi dini. Karenanya, setiap orang sebaiknya menjalani tes khusus untuk mengetahui adanya kanker anus. Tes tersebut mempunyai 3 macam cara: pemeriksaan faeces, darah dan procto sigmoidoscopy. Jika hasilnya negatif, maka ia terbebas dari kanker anus.

Uji Pap: Wanita di atas usia 18 tahun sebaiknya menjalani “uji pap” dan “uji pelvic”. Apa untuk mengetahui adanya kanker leher rahim, sedangkan pelvic untuk menegtahui adanya kanker panggul. Pemeriksaan dilakukan tiap tahun.

Kanker payudara: Wanita di atas usia 20 tahun, sebaiknya memeriksakan payudaranya sendiri setiap bulan, setelah masa haid. Adanya pemeriksaan secara medis dilakukan setiap tiga tahun dalam masa usia 20-40 tahun. Di atas 40 tahun, pemeriksaan medis dilakukan tiap tahun, sehingga tergambar sebuah grafik tahunan tentang kesehatan payudaranya.

Gejala Penyakit Hati:

1. Perasaan sesak atau sakit perut kanan bawah.

2. Sakit menyebar hingga bahu, tangan, leher dan rahang.

3. Keringat dingin disertai rasa nyeri.

4. Perasaan mual dan muntah-muntah.

5. Sesak napas dan pusing.

Gejala Penyakit stroke:

1. Lemah dan mati rasa sebagian anggota tubuh.

2. Tiba-tiba sulit berbicara atau menangkap pembicaraan orang lain.

3. Penglihatan kabur pada satu mata.

4. Pusing yang sangat hingga limbung dan jatuh.

Penyebab Stroke:

1. Tekanan darah tinggi.

Kolesterol yang terdapat dalam darah melampaui batas.

Keseimbangan Gizi


Sumber Zat Tenaga: Beras, jagung, ubi talas, mie, makaroni, bihun, soun, tepung-tepungan, roti, biskuit, gula, dan minyak.

Sumber Zat Pembangun: Daging, ikan, ayam, hati, susu, telur, tahu, tempe, kacang hijau, kacang tanah, dll.

Sumber Zat Pengatur: Sayuran, terutama yang berwarna hijau, merah, kuning, dan jingga.

Perlu Diperhatikan dalam Menjaga Kebersihan


Sampah: Buang ke tempatnya yang tertutup.

WC atau Jamban: Tidak terbuka, hingga binatang tidak bisa mendekati kotoran manusia.

Nyamuk: Jangan memberi kesempatan berkembang biak dan bersarang pada barang bekas di tempat sampah.

Mencuci Tangan dan Kaki: Setiap kali mau atau setelah makan dan pergi tidur.

Lalat: Jangan biarkan hinggap di atas hidangan makanan.

Alas Kaki: Harus selalu dipakai setiap ke luar rumah.

Pengobatan segera: Setiap anak terkena infeksi.